Rabu, 18 Desember 2013

SURAT IBU

Ku buka album biru 
penuh debu dan usang
ku pandangi semua gambar diri
kecil bersih 
belum ternoda

fikir ku pun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang tentang riwayatku

kata mereka diriku selalu dimanja
kata mereka diriku selalu di timang

nada nada yang indah
selalu terurai darinya
tangisan nakal dari bibirku
takkan jadi deritanya
tangan halus dan suci
tlah mengangkat tubuh ini 
jiwa raga dan seluruh hidup
tlah dia berikan

Ibuu.........
Belaian mu sungguh indah dan menyejukkan
hadir mu damaikan jiwa ini
kasih sayang mu begitu tulus
segala yang kau beri begitu berharga
demi anak mu 

Kini ku tlah beranjak dewasa ibu, namun sampai detik ini tak ada satupun yang bisa ku balas dari apa yang tlah kau berikan untukku. Betapa tangguhnya dirimu menghadapi segala tingkah laku diriku yang tak hentinya menyakiti mu.Ku tak kan pernah mengerti akan tingkahku. Ibu, ku tahu pengorbananmu begitu besar untukku apapun kau lakukan untukku, terluka karna manusia naif pun kau lakukan untukku. Kau rela kehilangan segalanya demi diriku.

Ya Allah, betapa egoisnya diriku pada beliau tanpa memperdulikan lagi semua yang telah ia korbankan untukku selama ini hingga ku tumbuh dewasa. Inikah diriku yang sesungguhnya Tuhan ? Benarkah ? Tuhan kuharap TIDAK. Impian ku slama ini ingin membahagiakan beliau, membuatnya tersenyum padaku slalu. Membuatnya bangga melahirkan anak seperti diriku. Membuatnya bersyukur tlah merawatku.

Tuhan, ku tahu keputusanku membuatnya merasa begitu menyakitkan. Namun ku harus bagaimana ? Ku tahu ini semua salahku. tak seharusnya ku lakukan apa yang ia inginkan tanpa mempertimbangkan perasaanku sendiri yang akhirnya membuat semuanya hancur.